Senin, 05 Oktober 2015

Wawancara bersama Kelompok Tani Ikan di Desa Agromulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta



Gambar 1. Petani sedang memberi pakan ikan
Pada hari sabtu tanggal 19 September 2015, kami melakukan kunjungan ke salah satu kelompok petani yang berada di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kami adalah kelompok praktikum Dasar-dasar Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang ditugaskan untuk mencari tahu permasalahan yang dihadapi oleh petani atau nelayan. Permasalahan-permasalahan tersebut nantinya akan kami kaji untuk mendapatkan solusi. Setelah itu kami akan memberikan suatu penyuluhan tentang solusi yang akan diberikan dalam menghadpi masalah kelompok tani yang kita kunjungi.
Sebelum menuju ke Sedayu, kami berempat berkumpul di kampus terlebih dahulu jam 14.00 WIB. Bisa dibayangkan, cuaca waktu itu sangat panas apalagi musim kemarau. Kami sempat berdebat dengan lokasi yang akan kami tuju, karena maklum kami hanya cewek-cewek yang tidak terlalu hafal jalan. Setelah tanya berkali-kali pada masyarakat akhirnya kami mendapatkan info tentang kelompok petani ikan yang ada di Kecamatan Sedayu. Ternyata kelompok tani tersebut telah menjadi usaha individu. Kami pun diberi info tentang kelompok tani lainnya. Nama ketuanya adalah Pak Wawan. Sempat nyasar sedikit, namun kami sampai juga di kediaman Pak Wawan. Namun kelompok tani Pak Wawan sudah dikunjungi oleh dua kelompok praktikum lainnya. Kami diberi informasi lagi bahwa masih ada kelompok tani yang perlu diberi motivasi. Seperti biasanya, kami bertanya sana sini. Dan alhasil kami sampai di rumah Pak Nurhadi ketua Kelompok Tani Rukun Muda. Tetapi, kami disuruh beliau ke rumah sekretarisnya karena yang lebih mengetahui teknis dan medannya adalah Pak Ruli.
            Kelompok petani budidaya ikan yang kami wawancarai namanya adalah Rukun Muda yang mempunyai visi untuk mensejahterakan anggota kelompok. Kelompok ini didirikan pada tahun 2011. Yang beralamat di Dusun Samben RT 03 RW 03, Desa Agromulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kelompok Rukun Muda terdiri dari 20 anggota yang diketuai oleh Bapak Nur Hadi. Anggota ada yang berlatar belakang masih sekolah, kuliah, buruh, guru, karyawan dan lain-lain karena budidaya ikan ini masih bersifat pekerjaan sambilan.
            Awal mula terbentuknya kelompok Rukun Muda ialah munculnya ide untuk memanfaatkan lahan pertanian yang kurang produktif di Desa. Lahan tersebut kemudian digali dan di buat kolam ikan yang berjumlah 20, dimana masing-masing anggota mendapatkan 1 kolam. Luas semua lahan kolam dan tanggul tersebut yakni 1504 m2. Penyewaan lahan  Rp 900,00 per meter dibayarkan ke sewa kas Desa setahun sekali. Jadi uang yang perlu dikeluarkan oleh kelompok Rukun Muda dalam setahun untuk penyewaan lahan Rp 1.353.600,00. Jenis usaha budidaya ini adalah pembesaran ikan. Jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan lele, patin, gurame, dan nila. Benih ikan dibeli dari kelompok budidaya ikan lainnya yang ada di Sedayu. Setelah ikan besar, kolam akan dialihkan menjadi pemancingan dan rumah makan. Namun ada juga pemborong yang membeli ikan secara langsung. Apabila dihitung, keuntungan yang didapatkan selama 3 bulan rata-rata Rp 1.000.000,00 per kolam. Masalah yang ada di kelompok Rukun Muda yaitu ketersediaan modal, pemberian pakan pelet pada ikan terlalu banyak sehingga menjadi boros, adanya bintik merah pada ikan yang bersisik, kualitas airnya kurang bagus, tidak semua anggota berperan aktif dalam kelompok, manajemen pengelolaan kelompok kurang, produksi ikan hanya sedikit sehingga keuntungannya tidak banyak dan kurangnya pengetahuan dari sumber daya manusianya.
            Rencana solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada pada kelompok Rukun Muda adalah :
1.      Menjelaskan kiat-kiat untuk mendapatkan peminjaman modal dari Bank.
2.      Pengalihan pakan pelet pada ikan lele.
3.      Pemberian obat atau cara untuk mengobati penyakit ikan dengan cara tradional yang ampuh, mudah dan murah.
4.      Penambahan bahan atau obat agar ikan mempunyai kekebalan yang tinggi terhadap lingkungan yang buruk.
Memberikan tips-tips manajemen dan pengetahuan dalam mengelola budidaya ikan tersebut agar produksi ikan yang dihasilkan tinggi dan keuntungannya juga banyak.


Yogyakarta, 04 Oktober 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar