Gambar
1. Petani sedang memberi pakan ikan
Pada
hari sabtu tanggal 19 September 2015, kami melakukan kunjungan ke salah satu
kelompok petani yang berada di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Kami adalah kelompok praktikum Dasar-dasar Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
yang ditugaskan untuk mencari tahu permasalahan yang dihadapi oleh petani atau
nelayan. Permasalahan-permasalahan tersebut nantinya akan kami kaji untuk
mendapatkan solusi. Setelah itu kami akan memberikan suatu penyuluhan tentang
solusi yang akan diberikan dalam menghadpi masalah kelompok tani yang kita
kunjungi.
Sebelum
menuju ke Sedayu, kami berempat berkumpul di kampus terlebih dahulu jam 14.00
WIB. Bisa dibayangkan, cuaca waktu itu sangat panas apalagi musim kemarau. Kami
sempat berdebat dengan lokasi yang akan kami tuju, karena maklum kami hanya
cewek-cewek yang tidak terlalu hafal jalan. Setelah tanya berkali-kali pada
masyarakat akhirnya kami mendapatkan info tentang kelompok petani ikan yang ada
di Kecamatan Sedayu. Ternyata kelompok tani tersebut telah menjadi usaha
individu. Kami pun diberi info tentang kelompok tani lainnya. Nama ketuanya
adalah Pak Wawan. Sempat nyasar sedikit, namun kami sampai juga di kediaman Pak
Wawan. Namun kelompok tani Pak Wawan sudah dikunjungi oleh dua kelompok
praktikum lainnya. Kami diberi informasi lagi bahwa masih ada kelompok tani
yang perlu diberi motivasi. Seperti biasanya, kami bertanya sana sini. Dan
alhasil kami sampai di rumah Pak Nurhadi ketua Kelompok Tani Rukun Muda.
Tetapi, kami disuruh beliau ke rumah sekretarisnya karena yang lebih mengetahui
teknis dan medannya adalah Pak Ruli.
Kelompok petani budidaya ikan yang kami
wawancarai namanya adalah Rukun Muda yang mempunyai visi untuk mensejahterakan
anggota kelompok. Kelompok ini didirikan pada tahun 2011. Yang beralamat di
Dusun Samben RT 03 RW 03, Desa Agromulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul,
Yogyakarta. Kelompok Rukun Muda terdiri dari 20 anggota yang diketuai oleh
Bapak Nur Hadi. Anggota ada yang berlatar belakang masih sekolah, kuliah,
buruh, guru, karyawan dan lain-lain karena budidaya ikan ini masih bersifat
pekerjaan sambilan.
Awal mula terbentuknya kelompok
Rukun Muda ialah munculnya ide untuk memanfaatkan lahan pertanian yang kurang
produktif di Desa. Lahan tersebut kemudian digali dan di buat kolam ikan yang
berjumlah 20, dimana masing-masing anggota mendapatkan 1 kolam. Luas semua
lahan kolam dan tanggul tersebut yakni 1504 m2. Penyewaan lahan Rp 900,00 per meter dibayarkan ke sewa kas
Desa setahun sekali. Jadi uang yang perlu dikeluarkan oleh kelompok Rukun Muda
dalam setahun untuk penyewaan lahan Rp 1.353.600,00. Jenis usaha budidaya ini
adalah pembesaran ikan. Jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan lele, patin,
gurame, dan nila. Benih ikan dibeli dari kelompok budidaya ikan lainnya yang
ada di Sedayu. Setelah ikan besar, kolam akan dialihkan menjadi pemancingan dan
rumah makan. Namun ada juga pemborong yang membeli ikan secara langsung.
Apabila dihitung, keuntungan yang didapatkan selama 3 bulan rata-rata Rp
1.000.000,00 per kolam. Masalah yang ada di kelompok Rukun Muda yaitu
ketersediaan modal, pemberian pakan pelet pada ikan terlalu banyak sehingga
menjadi boros, adanya bintik merah pada ikan yang bersisik, kualitas airnya
kurang bagus, tidak semua anggota berperan aktif dalam kelompok, manajemen
pengelolaan kelompok kurang, produksi ikan hanya sedikit sehingga keuntungannya
tidak banyak dan kurangnya pengetahuan dari sumber daya manusianya.
Rencana
solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada pada kelompok Rukun Muda adalah :
1. Menjelaskan
kiat-kiat untuk mendapatkan peminjaman modal dari Bank.
2. Pengalihan
pakan pelet pada ikan lele.
3. Pemberian
obat atau cara untuk mengobati penyakit ikan dengan cara tradional yang ampuh,
mudah dan murah.
4. Penambahan
bahan atau obat agar ikan mempunyai kekebalan yang tinggi terhadap lingkungan
yang buruk.
Memberikan
tips-tips manajemen dan pengetahuan dalam mengelola budidaya ikan tersebut agar
produksi ikan yang dihasilkan tinggi dan keuntungannya juga banyak.
Yogyakarta,
04 Oktober 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar